digimage photography
Saturday, December 17, 2011
Kelas Liburan Akhir Tahun 2011

Untuk memperdalam pengetahuan fotografi di kalangan pelajar, Digimage Training & Workshop Photography, kembali menyelenggarakan Short Course (1 day) Basic Photography Holiday Class....
Materi I
Filosofi dan Sejarah Fotografi.
Pengenalan Kamera, body, lensa, dan sensor. Fungsi, dan jenis peralatan fotografi.
Aperture effect (DOF effect). Speed (Blur Effect)
Penjelasan ISO atau ASA. Noise & grain. Peserta mengerti fungsi speed, diafragma, ISO.
Materi II
Pencahayaan yang baik dan karakter cahaya. Available Lighting.
Pencahayaan buatan (mengukur kekuatan cahaya).
Mode pada kamera (M, A/Av, S/Tv, P)
Metering mode (evaluative/matrix, center-weight, spot)
Komposisi (angle, moment, reflection, frame on frame, perspective, cropping, content)
Optimalisasi kamera digital. Resolusi (pixel), white balance, memory, sensor.
Tips penyimpanan data.
Praktek Fotografi
Kelas dibuka setiap hari. Pelaksanaan 1 hari selesai.
Hari : Senin hingga Sabtu (19 sd 30 Desember 2011)
Waktu : Mulai Pk. 09.00 sd 16.00 wib
Biaya : Rp. 250.000,-
Fasilitas Kelas Basic Photography Holiday Class:
Modul, Makan Siang, Ruang Kelas AC, Free Wifi,
Perpustakaan Fotografi
Alamat Pelatihan :
Jl. Slamet 11 a Candibaru Semarang 50232
Info : Hakim (+62 812 291 6106), pin bb 25713343
Emi (+62 853 283 500 99)
Friday, December 09, 2011
PictFest Semarang 2011....

PictFest Semarang 2011, adalah agenda hunting bareng bagi teman-teman penghobi foto di Semarang. Agenda acara pada Sabtu 10 Desember 2011 ini, akan dimulai dari TuguMuda, diawali dengan Coaching Clinic oleh Mas Hakim KFS/Digimage. Kemudian peserta berburu foto menyusuri Pasar Kembang Jl. dr Soetomo. Acara yang dimulai pk.07.00 diperkirakan selesai pk. 10.00. Setelah itu peserta berkumpul kembali di area Tugumuda.
Thursday, June 30, 2011
Belajar Fotografi Isi Liburan
Belajar Fotografi Isi Liburan
DIGIMAGE Photography Workhshop and Training selama masa liburan membuka kelas khusus untuk pelajar SMP dan SMA di Jl Slamet 11A Candibaru Semarang. Materi yang diberikan meliputi pengetahuan teknis fotografi, komposisi, pencahayaan, optimalisasi menu kamera dan praktik fotografi.
Kelas dilaksanakan setiap hari, satu hari selesai, dimulai pk 09.00 sd 16.00
Peserta bisa memilih hari dimulai Sabtu, 2 Juli hingga Selasa 5 Juli 2011
Kelas khusus bagi pelajar SMP dan SMA
Biaya Rp 250.000,-
Fasilitas, CD materi, hand out, dan makan siang
Maksimal 20 orang tiap kelas/hari
Bila masih belum mengerti diperkenankan mengikuti kelas berikutnya atau Tanya jawab di luar kelas. Gratis.
Pendaftaran : Hakim (08122916106), Hungry (02470732929), Emi (085328350099)
Wednesday, June 22, 2011
Memotret Kota

Saat kita menuju suatu kota, untuk pertama kalinya, seringkali kita diarahkan untuk menuju satu area yang cukup dikenal. Kota Semarang misalnya, ada daerah Tugumuda atau Simpang Lima. Kemudian bermula dari titik tadi, kemudian mengarah ke daerah yang diinginkan.
Di area tadi, terdapat pula bangunan-bangunan yang menjadi ’tetenger’ yang memudahkan kita mengingat, seperti kalau di Tugumuda ada Lawang Sewu, Wisma Perdamaian, Gereja Katedral dan lainnya. Yang fotonya banyak terpajang di buku petunjuk wisata.
Secara fotografis, ’tetenger’ kota ini disebut dengan cityscape. Secara teknis pula tidak banyak bedanya dengan memotret landscape. Landscape adalah keindahan alam yang diciptakan Yang Kuasa, sedangkan cityscape atau bangunan arsitektural adalah keindahan yang dibuat oleh manusia.
Pencahayaan, kualitas dan arah
Mengabadikan bangunan di sebuah kota, bisa asal jepret, namun ada beberapa hal yang seharusnya diperhatikan bila ingin memotret arsitektur. Pencahayaan sepanjang hari umumnya menggunakan sumber alami yaitu matahari. Perhatikan arah cahaya, dan jam berapa Anda memotret. Pagi dan sore hari cahaya cenderung lembut, dan siang hari lebih keras. Bangunan Lawang Sewu misalnya, untuk bagian luar akan terlihat jelas bagus di sore hari, karena bangunan menghadap Barat, namun untuk interior dan bagian dalam, lebih bagus pada pagi hari. Perhatikan juga arah bayangan jatuh (shadow). Bayangan yang pas, juga akan mempertegas karakter gedung.
Garis edar semu matahari atau ekliptika, juga mesti diperhatikan. Arah bayangan pada pada setiap bulannya pasti berbeda. Konon, kota lama Semarang paling bagus difoto pada bulan September-Oktober, saat matahari condong ke Utara.
Nightshoot
Foto-foto bangunan juga indah saat malam hari, disaat lampu-lampu taman atau sorot menyala pada struktur bangunan. Namun, untuk mengabadikan foto malam ini tidak mudah. Kondisi cahaya yang kurang, akan mengurangi detail bangunan. Fokus juga seringkali bergeser pada area-area yang terang. Triknya adalah potret berulangkali dengan menggunakan metode bracketing, dengan pilihan variasi beberapa kecepatan, diafragma dan ISO. Gunakan pula tripod untuk menyeimbangkan gambar.
Gunakan Lensa Panjang
Seringkali kita terlalu dekat dengan gedung, atau menggunakan lensa lebar, akibatnya dalam foto, terlihat distorsi. Dinding-dindingnya seolah mencuat, meskipun hal ini juga terlihat unik. Penggunaan lensa standart atau tele, akan memperbaiki pandangan sehingga nampak wajar. Selain itu juga bisa menciptakan obyek-obyek yang unik dengan perspektif yang rata.
Ambil detil
Selain keseluruhan bangunan, coba lihat detil unik dan menarik yang mengelilingi gedung. Hiasan atap, kubah yang unik, jendela besar, pernik-pernik yang menempel di dinding luar, dan masih banyak lainnya. Carilah dan foto dengan sudut yang tidak biasa. Hal-hal ini seringkali bisa memperkuat karakter bangunan.
Tidak hanya gedung
Kebanyakan orang berpikir bahwa foto arsitektur adalah foto gedung. Padahal kalau mau melihat, masih banyak hal yang dibangun oleh manusia. Jembatan, monumen, menara, bendungan, lampu jalanan, dan masih banyak lainnya. Banyak hal yang tidak ’terlihat’ karena kita terbiasa melewatinya setiap hari, sehingga seolah-olah sudah paham benar dan tidak merasakan keunikannya.
Selain hal teknis diatas, ada hal non teknis, seperti kebijakan kota. Baik mengenai media luar ruang dan juga penempatan ikon baru. Saat ini, sulit untuk memotret Lawang Sewu atau Masjid Baiturrahman di Simpang Lima, tanpa menampakkan baliho iklan di sekitarnya. Banyak gedung yang arsitekturnya indah, namun hilang karena tertutup iklan.
Untuk ini memang pemimpin yang bijak mesti memperhatikan, agar identitas kota, tidak ’hilang’ tertutup rimba iklan.
R Khakim, dipanggil hakim, kelahiran Semarang, 1971.
Membantu peliputan dan pemotretan untuk majalah Hai Jakarta dari tahun 1989 - 2003 untuk wilayah Jateng - DIY.
Kuliah S1 Komunikasi Universitas Diponegoro.
Menjadi Pembicara di berbagai Workshop & Pelatihan Fotografi Dasar, Fotografi Jurnalistik, dan Kepenulisan.
Menjadi Dosen Luar Biasa di Universitas Diponegoro, Universitas Dian Nuswantoro, Unimus dan Unika Soegijapranata Semarang.
Memberikan Pelatihan Fotografi bagi umum dan kalangan corporate.
Kontributor Martha Stewart Living Indonesia Magazine (2011).
Mengelola Digimage Photography.
Organisasi
Prisma (Perhimpunan Seni Foto Mahasiswa Universitas Diponegoro) - Pembina
www.kfsemarang.com - penasehat (2011)
Monday, July 05, 2010
Program Basic Intermediate

Promo saat ini bagi yang pengin belajar foto, terutama yang berada di Semarang, maupun luar kota, untuk segala usia dan pekerjaan...
Basic Intermediate
yaitu pengetahuan basic fotografi yang disambung dengan materi intermediate
biaya hanya rp. 1.500.000,-